Wahai Orang yang Terlelap dalam Tidur!

 

Sampai kapan kita terus terlelap dalam buaian mimpi? Suatu malam yang kelam tertidurlah seseorang dalam bilik kamarnya, apakah kita tak sadar dan tak menyangka bahwasanya Allah menggenggam ruh-ruh orang yang tertidur? Allah menggenggam ruh-ruh orang yang tidur, jika Allah menghendaki maka Dia akan mencabut nyawanya walaupun orang itu masih dalam keadaan tidur, jika Allah menghendaki maka Dia akan membebaskan nyawanya, bersatu lagi dengan jasadnya, kemudian orang itu terhenyak dalam mimpinya.

Sampai kapan kita berangan-angan? Sampai kapan kita terus berkhayal, mengkhayalkan istana megah nan jauh di sana? Sampai kapan kita hanya bersendau gurau, meninggalkan ilmu dan amal saleh? Sampai kapankah kita berleha-leha yang akhirnya tenggelam ditelan oleh badai gelombang kehidupan yang fana ini?

Telah mendahului orang-orang sebelum kita, mereka telah tiada, mereka telah berada di alam yang berbeda dengan kita yang masih hidup, namun, jika waktunya telah tiba, kita pasti akan menyusul mereka, menuju alam barzakh sebelum berjalan ke alam yang kekal abadi. Surga dan neraka telah diciptakan, kita telah ditakdirkan oleh Allah akan nasib kita, apakah kita akan bahagia hidup di surga kelak ataukah kita celaka masuk ke dalam neraka, kita tak tahu.. yang ada bagi kita sekarang adalah kembali kepada Allah, betapa banyak waktu-waktu yang telah kita sia-siakan untuk hal-hal yang tak bermanfaat, padahal Rasulullah telah bersabda dalam haditsnya yang mulia,

Di antara kebaikan islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya”

untuk apa ilmu yang telah kita dapatkan, untuk kita salurkan dan keluarkan kemana harta kita, untuk apa kita isi masa muda kita, untuk apa dan untuk apa semua yang telah kita lakukan? Itu semua akan dihisab nanti pada hari yang telah Allah janjikan, bukan di dunia ini, karena dunia hanyalah ladang tuk beriman dan beramal saleh, sedangkan akhirat adalah masa penghisaban tak ada waktu beriman dan beramal saleh waktu itu.. maka sebelum kita masuk ke dalam kubur, marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan taqwa, tolong menolonglah kita dalam kebaikan dan taqwa, bertaubatlah atas dosa-dosa yang telah kita perbuat, berapa banyak dosa yang telah kita lakukan, mungkin kita melakukan perbuatan maksiat bukan karena kita tak tahu hukumnya, namun barangkali karena nafsu kita telah memuncak, tetapi ingat semua akibat dosa yang telah kita lakukan semuanya akan kembali kepada kita sendiri bahkan bisa pula berdampak buruk bagi oranglain, dan tak tahu pula berapa banyak orang-orang yang meniru perbuatan tercela kita hanya lantaran mereka itu melihat sikap kita yang buruk walau kita tak berniat mencontohkan kepada mereka, maka barangsiapa yang menunjukkan kepada kejelakan maka ia menanggung dosa orang yang mengikutinya…lalu berapa banyak dosa yang telah sampai kepada kita dari dosa-dosa orang lain yang meniru maksiat kita??

lalu apa lagi yang akan kita berikan dan tunjukkan ketika kita berdiri di hadapan Allah nanti jika kita terus begini? Kita akan menyesal bukan ketika kita masih diberi umur oleh Allah, namun kita akan menyesal belakangan,, kita seringkali melihat di sana betapa banyaknya pemuda pemudi yang bergaul kelewat batas, bahkan ada juga pemuda yang dulunya saleh dan tak mau pacaran namun setelah ia mencoba menghirup baunya dunia yang aduhai terfitnahlah ia seketika kemudian ia berbaur dengan gemerlapnya bius dunia… berapa banyak bir-bir diteguk, berapa banyak perbuatan syirik merajalela, berapa banyak iklan-iklan zodiak dipublikkan? Laa haula wa laa quwwata illaa billlaah

nikmat-nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita semestinya kita gunakan untuk sarana beribadah kepada-Nya bukan untuk pemuas nafsu perut dan kemaluan! Allah menciptakan manusia dan jin untuk satu tujuan mulia; menyembah Allah dan menjauhi syirik beserta pelakunya. Kemudian Allah utus nabi dan rasul untuk membacakan kepada umat manusia ayat-ayat Allah, mensucikan mereka, dan mengajarkan mereka AlKitab dan AlHikmah..

Sungguhlah kalau sejenak kita tengok generasi islam pada awal-awal, jangan coba-coba kita bandingkan keadaan kita dengan keadaan mereka itu, mereka jauh-jauh lebih baik dari kita yang Allah telah ridhai mereka dan mereka pun ridha terhadap Allah, surgalah yang akan mereka peroleh…kini lihatlah kita, patutlah kita bercermin siapa kita ini? Kita manusia, kita manusia biasa, bukan Tuhan, bukan Nabi, bukan Malaikat… tetapi segala puji bagi Allah yang telah menakdirkan kita untuk berislam, dan semoga Dia meneguhkan kita di atas islam, di atas sunnah Rasulullah hingga ajal datang menjemput. Bersabarlah bersama orang-orang yang menyeru Rabbnya pada waktu pagi dan petang menginginkan wajah-Nya, janganlah kita melirik mereka-mereka yang bergelimang dalam kemaksiatan yang berambisi terhadap dunia, biarlah mereka menghina kita, mau mereka mencela biarkan saja, jangan sampai kita goyah, insyaAllah Allah akan membalas kita dengan pahal yang berlipat dan menghapus kesalahan-kesalahan kita… sungguh banyak manusia yang tersesat dari jalan yang lurus, jalan yang Allah telah tetapkan dan telah Rasulullah contohkan, jalan kebenaran satu saja bukan dua bukan tiga apalagi empat!

Mumpung kita masih muda, tak cela kalau kita pergunakan masa belia kita tuk hal-hal yang bernilai ibadah, salat ibadah, shaum ibadah, belajar itu juga ibadah, dan menangis jika diniatkan karena Allah itu pun bisa bermakna ibadah… niatkanlah niat kita ikhlaskan hanya karena Allah, dan tempuhlah jalan yang telah Rasulullah ajarkan kepada ummatnya, karena tak ada sesuatupun yang dapat mengantarkan seseorang kepada surga kecuali telah beliau perintahkan untuknya, dan tak ada jalan satu pun yang dapat menjerumuskan ke dalam neraka melainkan telah beliau wanti-wantikan ummatnya agar tak melakukan dan menempuh jalan tersebut…

Akhirnya kita memohon kepada Allah agar Dia meneguhkan kita di atas alhaq sampai kita mati.. karena tak terhitung banyak orang yang dulu ia terkenal karena kesalehannya namun nyatanya ia mengakhiri hidupnya dengan catatan yang penuh noda-noda hitam, Maasyaa Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: