Wafatkah Nabi ‘Isa?

Silakan Klik untuk Download

Kajian Salaf

sNabi Isa –’alaihissalam– hidup untuk menjadi titik sentral perseteruan abadi tiga kubu penganut ajaran samawi: Islam, Nashrani, dan Yahudi. Dua agama terakhir ini akhirnya tak lagi diakui sebagai agama samawi oleh sebagian ulama Islam, karena sudah bukan lagi agama Allah. Dua agama itu telah diubah oleh manusia-manusia yang menyembunyikan kedengkian hebat dalam dada mereka, terhadap sebagian Rasul Allah.

Sebagian ulama masih menyebut Yahudi dan Nashrani sebagai agama samawi, namun bukan berarti menganggap kedua agama itu benar. Mereka menyebutkan demikian hanya untuk menegaskan bahwa asal kedua agama itu adalah agama Allah, yaitu Islam juga, berasal dari langit (samaa), maka disebut agama samawi. Semenjak turunnya Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kedua agama itu sudah bukan lagi agama Allah. Penganutnya adalah kaum kafir, bukan kaum beriman.

Kenapa keberadaan Isa Al-Masih, Isa bin Maryam, menjadi titik sentral perseteruan?

Karena Islam mengakui kenabiannya, lalu memandangnya sebagai nabi dan rasul untuk umat Bani Israil yang saat itu menjadi penganut agamanya.
Yahudi menolak mengakuinya sebagai nabi dan rasul, bahkan menuduhnya sebagai anak zina –wal iyadzu billah–.

Kaum Nasrahni kebablasan, tak Cuma mengakui Isa sebagai Nabi dan Rasul, mereka menganggapnya sebagai anak Allah. Mereka merakit sebuah keyakinan yang disebut Trinitas: Tuhan itu tiga tapi satu, satu tapi tiga: Allah (Tuhan Bapak), Isa alias Jesus (Tuhan Anak), dan Jibril (Roh Kudus).

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Maidah : 17)

Masing-masing dari keyakinan oplosan itu berkembang menjadi agama dengan penganut cukup banyak di muka bumi ini, terutama Nashrani. Mengingat agama Nashrani dibangun di atas karya tangan-tangan jahil, maka Injil –perjanjian baru– yang diyakini umat Nashrani sebagai kitab suci, sempat mengalami improvisasi dan pengubahan radikal. Menurut catatan sejarah, lebih dari 300 Injil pernah ada di muka bumi. Lalu, untuk mengelabumi umat manusia, mereka mencampakkan Injil-injil yang dianggap tidak relevan dengan keyakinan mereka sekarang ini, termasuk yang berisi pengakuan bahwa Isa adalah Nabi, bukan anak Tuhan. Di antara Injil yang dimusnahkan itu adalah Injil Barnabas (Bible of Barnabas) dan Injil Thomas (Bible of Thomas).

Sebagai karya cipta manusia –bukan kitab suci– yang dicampuradukkan dengan sisa-sisa ayat Allah yang tak lagi bisa dipastikan bagian mana yang masih orisinil, Injil sekarang ini berisi berbagai kepalsuan, termasuk keyakinan bahwa Isa Al-Masih itu mati dibunuh, disalib, sebagai penebus dosa. Keyakinan mereka itu dibantah keras dalam Al-Quran:

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.(An-Nisa : 157-159)

Ayat-ayat ini secara gamblang menegaskan bahwa keyakinan kaum Nashrani bahwa Isa mati disalib adalah kedustaan belaka. Mereka hanya mengarang-ngarang cerita itu, atau mengikuti dugaan-dugaan akibat tipu daya setan saja.

Sangatlah naif, bila kemudian ada sebagian dari kalangan muslim yang ikut berpendapat demikian, menyebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam Isa memang sudah mati disalib!
Bukan kesesatan, kalo tak punya alasan dan dalil yang dibuat-buat. Untuk menegaskan pendapat mereka, tak sedikit di antara mereka mencoba mengutak-atik sebagian ayat-ayat Al-Quran, menafsirkannya dengan otak mereka, tanpa mengindahkan penafsiran yang benar menurut Rasulullah, para Sahabat dan para ulama As-Salaf. Di antaranya, firman Allah,

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”(Ali Imran : 55)

Yang menjadi persoalan adalah firman Allah, ‘Mutawaffika wa raafi’uka, ‘ yang lalu mereka tafsirkan sebagai ‘mewafatkanmu dan mengangkatmu.’ Dengan penafsiran seperti ini, mereka berpendapat ayat tersebut mengatakan Isa sudah wafat.

Padahal mayoritas ahli tafsir menjelaskan bahwa di situ ada pembalikan kata. Pembalikan kata seperti ini sangat lazim dalam bahasa Arab, untuk maksud penekanan. Dengan demikian, arti ayat di atas adalah, raafi’uka wa mutawaffieka, ‘mengangkat baru mewafatkanmu’. Jadi, ayat itu meletakkan ‘mutawaffika’ terlebih dahulu untuk menegaskan bahwa sebagai manusia, Isa juga akan mengalami kematian, seperti manusia lainnya.

Sebenarnya, makna itu sudah ditegaskan dalam ayat yang saya sebutkan di atas,

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana….

Keyakinan sebagian kalangan muslim, yang kebanyakan mengaku sebagai kristolog itu, akhirnya menjerumuskan mereka kepada banyak kekeliruan:

Pertama, menafsirkan Al-Quran dengan murni otak, tidak berdasarkan penafsiran Nabi shallallahu alaihi wa sallam, para Sahabat dan ulama As-Salaf, dan itu sangat diharamkan dalam Islam.

Barangsiapa yang menafsirkan Al-Qur’an tanpa ilmu, hendaknya ia bersiap-siap dibakar oleh api Neraka. (Riwayat Ahmad (I : 233) dan At-Tirmidzi (V : 199))

Dalam riwayat lain,

Barangsiapa yang menafsirkan Al-Qur’an dengan akalnya, kalaupun ia secara kebetulan benar, ia tetap dianggap salah. (Riwayat At-Tirmidzi (V : 200) dan Abu Dawud (III : 320))

Kedua, mereka juga mengingkari penegasan Al-Quran bahwa Isa belumlah mati, namun diangkat ke langit. Kepada mereka, saya hanya bisa menasihatkan,

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (Al-Israa : 36)

Ketiga, mereka akan mendustakan banyak hadits-hadits Nabi n yang menjelaskan akan turunnya Isa Al-Masih di akhir jaman. Padahal, orang yang mengingkari hadits-hadits tersebut, yang sudah jelas keshahihannya, telah terjerumus pada kekafiran, bisa menjadi kafir yang berarti keluar dari Islam secara totalitas.

Namun bila mereka sekadar menakwilkan hadits-hadits tersebut secara keliru saja, tidak menolak, maka mereka tidaklah menjadi kafir. Mereka hanya tersesat dan terjerumus dalam pemahaman kebid’ahan yang dilarang dalam Islam.

Sebagian mereka berhujjah bahwa mereka menolak hadits karena dianggap bertentangan dengan Al-Quran. Padahal sebuah hadits shahih tak mungkin bertentangan dengan Al-Quran. Hadits-hadits tersebut dianggap bertentangan, karena mereka yang keliru dalam menafsirkan Al-Quran. Namun meski keliru, mereka bertahan mengaku sebagai orang yang mengikuti ajaran Al-Quran.Femomena sebagian kalangan intelektual muslim, terutama sebagian kristolog ‘nyeleneh’ itu, tetap menjadi bahaya laten yang wajib diwaspadai. Apalagi kebanyakan mereka ahli berdebat, dan berargumentasi. Lisan mereka penuh syubbat, dan sungguh setan amat mencintai ahli-ahli kesesatan yang lihai berbicara seperti itu…..wallahul musta’aaan.

Satu Tanggapan to “Wafatkah Nabi ‘Isa?”

  1. maula Says:

    Inilah aqidah Kami!
    Islam penuh dengan ilmu. sebelum beramal islam mewajibkan ummatnya tuk berilmu dulu, karena dg ilmu amal itu akan baik. amal tanpa ilmu adalah kekosongan, ilmu tanpa amal adalah kejahatan, karena betapa banyak orang berilmu tapi ga diamalkn ilmune, betapa banyak orang beramal tapi ga pake ilmu. Allah menyebutkan dua golongan ini dalam alquran surat alfatihah ayat terakhir yg kedua2nya sama sesatnya! yakni,” …bukan jalannya orang2 yg dimurkai (yahud/hebrew) bukan pula jalan orang2 yg tersesat (nasrani).”
    Sehingga Inilah aqidah Islam! islam menempatkan ilmu di atas amal, islam mengajak ummatnya untuk berpegang teguh dg quran was sunnag ‘alaa fahmis salaf! Sedangkan dalam islam nabi Isa itu belum wafat, akan tetapi akan diwafatkan! sebelum wafat nabi isa akn turun ke bumi menjelang kiamat. bagaimana bisa orang yg mengaku pengikutnya nabi isa malah mengatakan kami telah membunuhnya?! sama sekali bukan demikian.

    Kasih itu memaafkan?? tidak juga mutlaq! bahkan orang yg memaafkanlah dia itu orang yang punya rasa kasih, dan kasih yg memaafkan jika dibawa kepada kemutlakan, berabe jadinya! setiap orang yang salah dan jelas2 sesat ntar dg dalih KASIH, orang tersebut nanti dimaafkan walau orang tsb terus menerus dlm kesesatannya, bagaimana hayo?

    KASIH TIDAK MEMBUNUH? aneh sekali! bahkan disana kenyataannya banyak orang yang kasih juga akhirnya membunuh akibat tidak cocok dan tdk juga serasi. wahai manusia! kalian adlh manusia biasa yg punya nafsu dan juga kasih. Patutkah kalian dikatakan orang yang punya kasih tapi tak pnya nafsu?!

    Jadi kasihanlah bagi orang yang kasihan..

    afwan, assalamualaikum.

    menanggapi komentar dari mbak rara dari kota X, ada sedikit penjelasan yg moga dapt diterima,

    islam mengusik kristen? mengusik bagaimana? islam justru memberikan arahan kpd ilmu yg shahih, itu dakwah namanya. islam menyeru kpd hal2 yg benar sekalipun org2 membenci, islam membahas keyakinan yg mana keyakinan tsb berseberangan dg keyakinan lain dan bukan cuma kristen saja, tapi islam membantah keyakinan lain; budha, hindu dll yg jelas2 bertentangan dg islam, karena demikianlha islam, menyeru kpd kebenaran dg cara baik2. syukur diterima klo tdk maka kita (umat islam) telah melaksanakan kewajiban kok..

    agama lain tidak punya jalan berdakwah seperti dalam islam, karena islam jauh berbeda dg semua agama yg ada baik samawi atau bumi. islam adalah agama yg dibawa semua nabi dan rasul sejak adam sampai muhammad. mereka satu ajaran, hanya berbeda syariat yg Allah bebankan kpd tiap2 umat. tapi mereka sama2 diperintah tuk menyembah Allah dn menjauhi syirik! islam menurut bahasa artinya tunduk dan pasrah menyerahkan diri kpd Allah. sehingga semua orang tanpa terkecuali mereka telah ber’islam’, tentunya dalam konteks ‘islam’ yg semua org telah menganutnya, karena memang semua makhluk menyerahkan dirinya kpd Allah, adakah org yg mampu keluar dari kebutuhnnya kpd Allah, adakah orang yg bisa tidak bergantung kpd Allah?? jawabnya no!

    lantas apakah islam dalam konteks di atas menjadikan orang bisa selamat dari neraka masuk surga? belum!!!!!
    islam yg dimaksud ialah islam yg KHUSUS! islam terbagi lagio jadi dua: islam umum, islam khusus.

    Islam umum adalah islam yg dibawa semua nabi dan rasul sebelum diutusnya rasulullah muhammad, sdgkan islam khusus adalah islam yg dibawa oleh muhammad.. adapun kini, adapun kini, sekali lagi adapun kini, maka org yang tidak ber’islam’ dg islam yg dibawa rasulullah muhammad maka ia kafir! bukan muslim walau ia mengaku, “saya kan pengikutnya nabi isa!” tidak begitu..
    bahkan nabi isa ‘alaihis salaam pun demikian telah memerintahkan pengikutnya untuk mengikuti nabi yg dikabarkan akan datang setelah nabi isa, Ahmad / Muhammad namanya.. kalo sudah begene, dapatkah kita katkan org yg mengaku pengikut ‘setia’ nabi isa dikatakan sbg orang muslim atau pengikut setianya??? orang ajaran nabi isa juga telah diselewengkan kok ya?? bagaimana bisa?? injil diubah2, boleh begini, boleh begitu,, seharusnya kalian masuk islam wahai orang2 nasrani-semoga Allah memberi hidayah kpd kalian lewat tulisan saya ini-amin…

    salaamun ‘alaa manit taba’al hudaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: