Tauhid Memang Dahsyat

Ketika kita berbicara masalah tauhid, pertama kali yang terbetik dalam benak kita adalah masalah yang berkenaan dengan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala atas para hamba-Nya. Hak-hak tersebut menjadi keniscayaan dan konsekuensi dari kalimat agung. Hak-hak tersebut mencakup hak rububiyyah, uluhiyyah dan asma’ wa sifat.

Hak rububiyyah meliputi keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya pencipta, pengatur rezeki, yang menghidupkan, yang mematikan dan lainnya. Sedangkan hak uluhiyyah adalah menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya sesembahan yang diibadahi, tak ada yang lain. Hak terakhir Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dalam asma’ dan sifat, meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki nama-nama dan sifat paripurna, sebagaimana yang dilansir di dalam kitab-Nya dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan penerimaan sempurna.

Cakupan Makna
Makna kalimat Laa Ilaaha Illallah adalah tidak ada yang berhak disembah di langit dan di bumi kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Sesuatu yang disembah dengan bathil banyak jumlahnya namun yang berhak disembah dengan benar hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar” (Al Hajj: 62)

Kalimat Laa Ilaaha Illallah bukan berarti “Tidak ada pencipta selain Allah” sebagaimana yang disangka sebagian orang, karena sesungguhnya orang-orang kafir Quraisy pada jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengakui bahwa sang pencipta dan pengatur alam ini adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun mereka mengingkari penghambaan (ibadah) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Sebagaimana firman-Nya “Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar satu hal yang sangat mengherankan.” (Shad: 5)

Yang terpahami dari ayat ini adalah bahwa semua ibadah yang ditujukan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah batal. Namun, kafir Quraisy tidak menghendaki demikian, karenanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerangi mereka hingga bersaksi bahwa tidak ada illah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Dengan pemahaman ini, kelirulah keyakinan para penyembah kubur pada masa ini dan orang-orang semacam mereka. Mereka beranggapan bahwa makna Laa Ilaaha Illallah adalah persaksian bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala itu ada atau bahwa Dia merupakan Khaliq (Sang Pencipta) yang mampu untuk meciptakan. Mereka mengira bahwa orang yang berkeyakinan seperti itu berarti telah mewujudkan Tauhid yang sempurna meski dia melakukan berbagai hal seperti beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berdoa kepada orang mati atau beribadah kepada mereka dengan melakukan nazar atau thawaf dikuburan. Tentunya anggapan dan persepsi ini tidaklah benar.

Orang-orang kafir Quraisy telah mengetahui sebelumnya bahwa Laa Ilaaha Illallah mengandung konsekwensi yaitu ditinggalkannya ibadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hanya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap peribadahan. Seandainya mereka mengucapkan kalimat tersebut dan tetap menyembah kepada berhala, maka sesungguhnya hal itu merupakan perbuatan yang bertolak belakang dan mereka memang telah memulainya dari sesuatu yang bertentangan. Sedangkan para penyembah kuburan zaman sekarang tidak memulainya dari sesuatu yang bertentangan, mereka mengatakan Laa Ilaaha Illallah, kemudian mereka membatalkannya dengan berdoa kepada orang mati yang terdiri dari para wali, orang-orang shaleh serta beribadah di kuburan mereka dengan berbagai macam ibadah.

Keutamaan Laa Ilaaha Illallah
Dalam kalimat Laa Ilaaha Illallah terkumpul keutamaan yang banyak, dan faedah yang bermacam-macam. Namun, keutamaan tersebut tidak akan bermanfaat bagi yang mengucapkannya apabila sekadar dalam ucapan semata. Manfaat ini akan nyata bagi empunya apabila dilandasi iman murni dan menjabarkan setiap kandungan yang ada di dalamnya. Keutaman terbesar bagi orang yang mengucapkannya dengan ikhlas karena mencari ridha-Nya adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharamkan api neraka baginya. Hal ini sebagaimana dilansir dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi siapa yang mengatakan ‘Laa Ilaaha Illallah’ semata-mata karena mencari ridha Allah.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Namun, kenyatan yang terjadi mengindikasikan banyak orang yang berucap dengan kalimat ini, namun karena fitnah maksiat dan dosa yang dilakukan menjadikan akhir hayat yang tidak baik (syuul khatimah). Tak sedikit yang berucap karena ikut-ikutan atau adat semata sementara keimanan tidak meresap ke dalam hatinya. Orang-orang semacam inilah yang banyak mendapatkan fitnah saat kematian menjemput. Merekalah yang diberitakan juga dalam hadits yang menjelaskan fitnah kubur, “Saya mendengarkan manusia mengatakannya, maka saya mengatakannya.” (Riwayat Ahmad dan Abu Daud).

Dengan demikian maka tidak ada yang bertentangan dengan hadits-hadits yang ada, karena jika seseorang mengucapkannya (Laa Ilaaha Illallah) dengan ikhlas dan penuh keyakinan maka dia tidak mungkin berbuat dosa secara kontinyu. Karena kesempurnaan keikhlasan serta keyakinan menuntutnya untuk menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai sesuatu yang lebih dicintainya dari segalanya. Maka tak ada lagi dalam hatinya keinginan terhadap apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membenci apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan. Hal seperti itulah yang membuat seseorang diharamkan dari api neraka meski sebelumnya melakukan dosa. Karena keimanan, taubat, keikhlasan, kecintaan dan keyakinannya membuat dosa yang ada padanya terhapus bagai malam yang menghapus siang. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: