Syaikh Ibn ‘Utsaimin dan Pejuang Chechnya

Syaikh Utsaimin merupakan salah satu ulama umat Islam masa kini. Di masa ketika umat tertimpa oleh beragam fitnah, keterpurukan, penderitaan, dan problem besar. Ternyata semasa hidupnya, Syaikh senantiasa mengikuti berita-berita tentang kondisi kaum muslimin. Sisi ini jarang diketahui alias tersembunyi dari banyak orang. Kebanyakan orang yang hanya tahu bahwa Syaikh sibuk dalam mengajar, mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk ilmu, menelaah ilmu, berfatwa dan segala yang terkait dengan itu saja. Tak banyak orang yang tahu, ternyata Syaikh punya perhatian besar terhadap problematika keislaman dan kaum muslimin. Syaikh bahkan mengikuti kabar tentang kaum muslimin di berbagai belahan dunia, tidak sebatas yang ada di negri beliau, atau dunia Arab saja. Beliau perhatian pada kaum muslimin dimanapun. Syaikh pun turut serta dalam kesedihan, duka, kegembiraan, dan penderitaan mereka.

Beliau memberikan perhatian terhadap para pejuang yang berjihad melawan serangan orang-orang kafir. Seperti di Bosnia, Afghanistan dan Chechnya. Salah satu bukti perhatian beliau adalah adanya surat dari Majelis Permusyawatan Tertinggi Chechnya, setelah beliau wafat. Mereka turut berduka cita dengan kepergian Syaikh, sekaligus dengan jujur mengatakan dalam suratnya,

“….Adapun wafatnya Syaikh Al Faqih Muhammad bin Shalih Al Utsaimin merupakan hal yang sangat besar. Karena kami khususnya, telah kehilangan seseorang, kami kehilangan seorang yang sangat bersemangat dalam membantu kami dan menghubungi kami secara berkala. Dari beliau kami dengarkan nasihat, bimbingan dan fatwa. Dari beliau pula kami dapatkan dukungan. Sungguh beliau adalah seorang ayah yang penuh kasih sayang.

Jikalau manusia melupakan keutamaan Syaikh, maka kami tak akan pernah melupakan kebersamaan beliau di perang pertama- pertempuran pertama di Chechnya- dan dukungan beliau pada kami di tengah-tengah perang. Dan setelah perang, beliau sangat bersemangat untuk membuka ma’had-ma’had serta mahkamah syariah. Kami tak pernah melupakan nasihat beliau dan arahan berkelanjutan beliau tentang urusan mahkamah dan penerapan syariat. Kami tak pernah melupakan kebersamaan beliau dengan kami di pertempuran yang masih terus berkecamuk sampai sekarang. Kami tidak melupakan kebersamaan beliau di pertempuran ini, baik dengan harta beliau dengan cara mengirim zakat beliau pada kami, sambil mengatakan “Zakat ini disalurkan untuk keperluan jihad saja.” Atau kebersamaan beliau dengan mengarahkan manusia untuk mendukung kami.

Kami juga tidak melupakan aktivitas beliau menghubungi kami setiap hari atau seperti setiap hari, demi mendengarkan berita tentang kami, atau demi mengetahui kebutuhan kami, problematika dan masalah syar’i….(suratnya masih berlanjut-red)
Bila demikian, akankah kita mengatakan bahwa beliau tak peduli dengan perjuangan umat Islam?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: