Info Pondok Pesantren

Masjid Pondok Pesantren Imam Bukhari

Pondok Pesantren “Imam Bukhari” dirintis sejak tahun 1994-1995 dengan nama Ma’had Tahfidz Qur’an anak-anak khusus putri yang berada di bawah naungan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta (Akte Notaris Umar Syamhudi, SH. No. 4 tanggal 6 Juni 1994). Satu tahun kemudian yaitu tahun pelajaran 1995-1996 kami membuka bagi Tahfidz Qur’an anak-anak putra.

Di samping program Tahfidzul qur’an anak-anak kami juga membuka program Ad-Du’at yang dimaksudkan untuk dipersiapkan menjadi da’i yang nantinya diterjunkan untuk membina masyarakat.

Dengan berbekal fasilitas yang sangat sederhana dan menempati rumah kontrakan yang terpencar di Jajar-Solo, Gembongan-Kartasura, dan Selokaton-Karanganyar, kami berusaha muwujudkan impian setiap wali santri yang memasukkan anak-anaknya ke Ma’had tersebut.

Kemudian pada Bulan Juli 1999 secara resmi berganti nama menjadi Pondok Pesantren “Imam Bukhari” sekaligus menempati tempat barunya yang beralamat di Jl. Raya Solo-Purwodadi Km. 8 desa Selokaton Kecamatan Godangrejo Kabupaten Karanganyar – Solo, sebuah lokasi yang cukup srategis, lengkap dengan bangunannya. Bangunan yang merupakan hibah Muhsinin melalui lembaga Ihya’a At-Turats Al-Islami Kuwait.

Pondok Pesantren Imam Bukhari mendapatkan rekomendasi dari Departemen Agama Kabupaten Karanganyar nomor. Mk. 34/1.a/384/1999 tanggal 13 April 1999. Dan sampai tahun pelajaran 2006-2007 kami telah menampung santri lebih kurang 600 anak didik yang terdiri dari 300 santriwan dan 300 santriwati dengan 90 asatidzah dan pegawai.

LATAR BELAKANG

Latar belakang pendirian pondok ini adalah untuk membentuk sebuah sistem yang bisa memberikan bimbingan kepada para siswa untuk menjadi Generasi Thalibul ‘Ilmi yang bermanhaj Salaf dalam Berakidah, Beribadah, Berakhlaq, Bermuamalah dan Berdakwah, sekaligus sebagai organisasi yang bisa menjadi salah satu pusat dakwah islam di Indonesia, khususnya di Karanganyar – Solo.

TUJUAN: Membentuk Generasi Thalibul ‘Ilmi yang bermanhaj Salaf dalam Berakidah, Beribadah, Berakhlaq, Bermuamalah dan Berdakwah.

VISI: Menjadi Lembaga Pendidikan dan Dakwah Islam Bermanhaj Salaf yang Unggul dan Amanah.

MISI: Mengemban Risalah Dakwah, melalui jalur Lembaga Kaderisasi Ilmiah berbentuk Pondok Pesantren yang bermanhaj Salaf.

NILAI-NILAI:

  1. Mengajak Umat untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah yang sahih dengan pemahaman Salafushshalih dan hidup Islami sesuai dengan Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.
  2. Menghidupkan kebiasaan bersikap ilmiah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salafushshalih Menerapkan pola pendidikan Islam yang bertitik tekan pada Tashfiyah dan Tarbiyah.
  3. Tashfiyah berarti memurnikan ajaran Islam dari segala noda syirik, bid’ah, khurafat, gerakan-gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merusak ajaran Islam.
  4. Tarbiyah berarti mendidik kaum muslimin menjadi terbiasa mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang sudah dipahami secara benar.

Kurikulum Program Unggulan
(Hafalan al-Qur’an di Ibtida’iyah)

Metode hafalan yang digunakan adalah Sabak, Sabki, dan Manzil.
Sabak ialah Setoran hafalan baru. Sabki ialah Setoran hafalan pengulangan dari yang sudah dihafal pada hari sebelumnya, sebelum satu juz. Manzil ialah Setoran hafalan pengulangan dari hafalan yang sudah mencapai satu juz.

Adapun target hafalannya adalah sebagai berikut :

No. Kelas Target Efektif Setoran

1.

I

2 juz (juz 30 & 29)

+ 200 hari

1/4 hal

2.

II

4 juz (juz 28, 27, 1, & 2) 

+ 200 hari

1/2 hal

3.

III

6 juz (juz 3, 4, 5, 6, 7 & 8)

+ 200 hari

2/3 hal

4.

IV

6 juz (juz 9, 10, 11, 12, 13, & 14)

+ 200 hari

2/3 hal

5.

V

6 juz (juz 15, 16, 17, 18, 19, & 20)

+ 200 hari

2/3 hal

6.

VI

6 juz (juz 21, 22, 23, 24, 25, & 26)

+ 200 hari

2/3 hal

Penjelasan Teknis Pelaksanaan :

1. Untuk santri kelas I:

  1. Santri menghafal dengan cara ditalqin oleh ustadz/ahnya, bisa divariasikan dengan memperdengarkan kaset kepada santri.
  2. Materi Iqra’ diberikan di jam kelas secara efektif dengan target naik ke kelas II sudah bisa membaca dengan baik dan benar.

2. Untuk santri kelas II :

 

  1. Setoran Sabak, santri membacakan terlebih dahulu dihadapan pengampu sambil dibenarkan bila ada bacaan yang salah, untuk kemudian santri menghafal secara mandiri pada saat persiapan (dibawah pengawasan pengampu).
  2. Setoran Sabki: 1/4 juz per hari
  3. Setoran Manzil: 1/4 juz – 1/2 juz per hari
  4. Materi Tajwid secara teori belum diberikan, akan tetapi santri diberi bimbingan praktik dalam membaca al-Qur’an dengan baik dan benar di jam kelas di mulai dari juz 1 sampai juz 30.

3. Untuk santri kelas III – VI

 

  1. Setoran Sabak, santri membacakan terlebih dahulu di hadapan pengampu sambil dibenarkan bila ada bacaan yang salah (untuk menghindari kemungkinan santri salah menghafal), untuk kemudian santri menghafal secara mandiri pada saat persiapan.
  2. Setoran Sabki: 1/4 juz per hari
  3. Setoran Manzil: 1/2 juz – 1 juz per hari
  4. Teori tajwid mulai diberikan secara bertahap sampai kelas 6 dengan alokasi waktu di luar jam halaqah (masuk jam kelas).

4. Waktu Hafalan

 

  1. Pagi: 05.00 – 06.30 (1,5 jam)
  2. Sore: Ba’da Ashar – 17.00 (1,5 jam)
  3. Malam: Ba’da Maghrib (2 jam)

Satu Tanggapan to “Info Pondok Pesantren”

  1. salafymuda Says:

    siapa yang mau ndaftar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: