Membongkar Kedok Paranormal

Kaum muslimin yang semoga selalu dirahmati Allah, pada edisi yang lalu telah dibahas mengenai setan yang mencuri berita dari langit. Setan tersebut kemudian menyampaikannya kepada teman-temannya yang tidak lain adalah dukun dan tukang ramal. Kemudian berita tersebut ditambah dengan seratus macam kebohongan (lihat Buletin At Tauhid edisi ke-41 dan 47). Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh tentang teman-teman setan yang berwujud manusia yang berprofesi sebagai tukang ramal (baca: paranormal) dan yang sejenisnya.

JATI DIRI TUKANG RAMAL

Kaum muslimin sekalian yang semoga dirahmati Allah, mungkin di antara kita ada yang kaget dan bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya para peramal itu bisa “mengetahui” hal yang gaib? Pertanyaan tersebut muncul karena terkadang kita jumpai bahwa prediksi para peramal tersebut benar-benar terjadi.

Para pembaca sekalian tentang hal ini maka Allah dan Rasul-Nya telah menyebutkan bahwa dalam dibalik berita gaib tersebut, pastilah ada campur tangan jin yang membantu para peramal itu. Allah berfirman ketika menceritakan perkataan jin:

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَن يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَاباً رَّصَداً

“Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan. Tetapi sekarang barang siapa yang mendengar-dengarkan tentu akan menjumpai panah api yang mengintai.” (QS. Al Jin: 9)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menceritakan dalam sebuah hadits tentang hal ini. Beliau bersabda yang artinya, “Apabila Allah menetapkan perintah di atas langit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh akan firman-firmanNya, seakan-akan firman tersebut seperti gemerencing rantai besi (yang ditarik) di atas batu. Hal itu memekakkan pendengaran mereka (sehingga mereka jatuh pingsan karena ketakutan). Maka apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati mereka,mereka berkata, “Apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?” mereka menjawab, “(Perkataan) yang benar” dan dialah yang Maha tinggi dan Maha Besar. Ketika itulah, setan-setan penyadap berita (wahyu) mendengarkannya. Keadaan penyadap berita itu seperti ini : sebagian mereka berada di atas sebagian yang lain. Sufyan menggambarkan dengan telapak tangannya, yaitu dengan direnggangkan dan dibuka jari-jemarinya. Maka ketika penyadap berita yang di atas) mendengar kalimat (firman) itu, setan itu menyampaikan kepada setan yang di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke mulut tukang sihir atau tukang ramal. Akan tetapi, terkadang setan penyadap itu terkena panah api sebelum sempat menyampaikan kalimat tersebut dan terkadang sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena panah api; dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal mencampurkan seratus macam kebohongan. Mereka (orang yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal) mengatakan: “Bukankah dia telah memberitahu kita bahwa pada hari anu akan terjadi anu (dan itu terjadi benar)”, sehingga dipercayalah tukang sihir dan tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari langit.” (HR. Bukhari)

Demikianlah para pembaca yang budiman, tukang ramal tersebut pada hakikatnya tidaklah mengetahui berita gaib. Akan tetapi berita tersebut didapat dengan bantuan setan yang telah menyadap berita dari langit. Agar terkesan bersifat ilmiah, peramal tersebut menggunakan banyak media untuk menjerumuskan manusia seperti melalui garis tangan, kartu, melihat bintang dan lain sebagainya. Tentunya, media-media tersebut tidak memiliki kaitan dengan keadaan yang akan terjadi dan hanya sekedar formalitas.

TIPU DAYA MAUT SI SETAN

Para pembaca sekalian, setan tidak akan memberikan bantuan secara cuma-cuma. Setan tersebut akan “dibayar” dengan perbuatan yang sangat hina, keji dan zalim, yaitu perbuatan syirik yang dilakukan oleh peramal tersebut.

Para peramal tersebut telah berbuat kesyirikan ditinjau dari dua sisi:

Pertama, dia telah mengikrarkan bahwa dirinya mengetahui ilmu gaib, padahal ilmu gaib merupakan kekhususan Allah semata. Allah berfirman:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَداً

“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan hal gaib itu kepada siapapun. Kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al Jin: 26-27).

Kedua, dia telah melakukan taqorrub (pendekatan diri untuk beribadah) kepada selain Allah, na’udzubillahi min dzalik.

ANCAMAN ALLAH KEPADA PARA PEMBANTU SETAN

Allah ta’ala telah menyebutkan hukuman yang akan diberikan pada setan dan wali-walinya yang berkedok sebagai dukun dan tukang ramal tersebut, Allah berfirman:

وَيَوْمَ يِحْشُرُهُمْ جَمِيعاً يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الإِنسِ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ الإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِيَ أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَليمٌ

“Dan (ingatlah) hari di mana Allah menghimpun mereka semuanya. (Allah berfirman), “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia.” Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapat kesenangan dari sebagian (yang lain). Dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman, “Neraka itulah tempat tinggalmu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain).” Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al An’am: 128)

HUKUM MENDATANGI TUKANG RAMAL

Kaum muslimin sekalian, setelah sedikit dikupas mengenai hakikat para peramal tersebut, maka yang perlu diketahui selanjutnya adalah hukum mendatangi tukang ramal. Para ulama telah menjelaskan keadaan dan hukum orang yang mendatangi para peramal. Secara garis besar, ada tiga jenis orang yang datang pada peramal tersebut:

Pertama, orang yang datang, bertanya padanya tanpa membenarkannya. Maka hal ini hukumnya haram dan sholat orang tersebut tidak diberi balasan selama 40 hari. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah, “Barang siapa datang kepada tukang ramal lalu bertanya kepadanya maka sholatnya tidak diterima selama 40 malam.” (HR Muslim). Namun hadits ini tidaklah memberikan makna bahwa mereka tidak wajib melaksanakan sholat lima waktu, akan tetapi mereka tetap dibebani kewajiban sholat. Hanya saja sholatnya tersebut tidak mendapat balasan.

Kedua, orang yang datang, bertanya, kemudian membenarkan apa yang dikatakannya. Ini adalah bentuk kekufuran pada Allah, karena dia telah membenarkan klaim peramal tersebut bahwa dia mengetahui ilmu gaib. Ini juga merupakan pendustaan terhadap firman Allah:

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

“Katakanlah, “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah” dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An Naml: 65)

Rasulullah pun telah bersabda yang artinya, “Barang siapa yang mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (Shohih. HR. Tirmidzi)

Ketiga, orang yang datang pada dukun untuk membongkar kedutaannya, maka hal ini tidak apa-apa. Hal ini pernah terjadi ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangi seorang dukun yang bernama Ibnu Shayyad. Nabi bertanya pada Ibnu Shayyad tentang apa yang nabi sembunyikan dalam hatinya, dukun tersebut menjawab, “Dukh (Asap)” kemudian Nabi bersabda, “Buanglah, kamu tidak akan bisa melewati batas kemampuanmu.” (HR Bukhari Muslim). Atau semisal ada orang yang datang kepada peramal kemudian mengatakan, “Beritahukan kepadaku, tanganku yang mana yang akan memukul mukamu, yang kiri atau yang kanan?” maka terdiamlah peramal dusta tersebut.

HARAMNYA MENDATANGKAN PERAMAL

Pembaca yang budiman, telah kita ketahui secara ringkas tentang hukum mendatangi tukang ramal. Lalu sekarang timbul pertanyaan, bagaimana hukum mendatangkan peramal? Maka jika mendatangi peramal saja haram, maka mendatangkan peramal hukumnya lebih haram lagi. Dan inilah yang banyak terjadi di kalangan kaum muslimin. Lihatlah, walaupun mereka tidak pergi ke tempat peramal, ternyata banyak kaum muslimin memasukkan tukang-tukang ramal ke dalam rumah kita melalui koran-koran, majalah maupun televisi yang menyajikan berita ramalan bintang, shio dan lain-lain. Bahkan sebagiannya dicampurkan dengan perbuatan maksiat seperti ramalan nomor judi yang akan keluar pekan ini, na’dzu billahi min dzaalik. Maka merupakan kewajiban kepala keluarga ataupun orang-orang yang memiliki tanggung jawab dalam rumahnya untuk mengenyahkan berita-berita dusta seperti ini.

Sungguh aneh, ketika paranormal memberikan ramalan dan ramalan tersebut banyak melesetnya, ternyata tidak menjadikan pamor paranormal susut sedikit pun. Akan tetapi ketika mereka berhasil mencetak prestasi dengan memberikan satu berita yang diketahui pada akhirnya benar terjadi, maka pamornya naik drastis. Na’udzu bilah. Ya Allah, perbaikilah kondisi kaum muslimin dan jauhkanlah kami dari segala bentuk kesyirikan yang kami ketahui maupun tidak, yang nampak maupun yang tersembunyi, yang besar maupun yang kecil, Amiin ya mujiibas saailiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: