Berdakwah Boleh, Asalkan…

Dakwah, sebenarnya adalah profesi mulia. Profesi ini merupakan jalan agung yang menjadi aktifitas para nabi dan rasul dalam hidup mereka.
Profesi yang juga menjadi tanggung jawab para ulama ini tak mudah dijalankan. Ada syarat, ketentuan, dan kriteria yang mesti dipenuhi para pengemban risalah kenabian ini.
Jadi bukan sembarang orang boleh dan bisa berdakwah, terlebih da’i ‘dadakan’ yang hanya bermodal ketenaran dan keberanian belaka. Nah, apa sajakah yang mesti dipenuhi para dai dalam menjalankan aktifitas dakwahnya? 1. Ilmu
Mengingat sangat agungnya tanggung jawab seorang da’i, yakni mendakwahkan risalah ilahi maka tanggung jawab ini pun mesti dilandasi dengan adanya ilmu. Bagaimana seorang dapat menyampaikan ajaran syar’i jikalau ia tidak memiliki ilmunya. Seorang yang tak berilmu tak akan mampu menyampaikan apa-apa. Karenanya Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan,

Katakanlah, inilah jalanku. Aku menyeru kepada Allah di atas bashirah.

Maksud dari bashirah ini adalah apa yang diucapkan Allah dan Rasul-nya alias al ilmu.

2. Ikhlas
Ikhlas memang dituntut dalam segala urusan, terlebih yang menyangkut masalah ibadah. Karena dakwah juga masuk dalam cakupan ibadah, ikhlas menjadi kemestian bagi para juru dakwah.
So, berdakwah yang benar adalah yang diniatkan hanya untuk mencari keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala semata. Bukan karena harta dan materi, popularitas dan lainnya. Ketika seorang da’I dalam berdakwah meniatkan untuk popularitas dan materi, maka sejatinya itulah yang bakal dicapainya. Bukankan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

Barang siapa yang berhijrahnya karena dunia atau wanita untuk dinikahi maka hijrahnya hanya untuk yang dicitakannya.

3. Menjadi Teladan Baik
Mengingat seorang da’i merupakan figur yang menjadi acuan, mau tak mau ia mesti dapat memberikan teladan yang baik. Dalam artian da’i ini menyerukan kebaikan dan menjadi orang pertama yang melaksanakannya. Melarang keharaman serta meninggalkannya. Da’i semacam inilah yang termasuk dalam jajaran orang-orang beruntung. Bagaimana mungkin seorang yang dikatakan da’i namun keseharian tak mencerminkan sisi ‘keda’iannya’?Apakah ia akan berhasil mengajak umat untuk bergama yang benar? Nampaknya begitu jauh arang dari panggangnya. Bahagialah para dai yang menyambut dan merespon firman Allah subhanahu wa ta’ala,

Dan siapakah yang lebih baik ucapannya ketimbang orang yang menyeru kepada Allah dan beramal shalih serta mengatakan, ‘Sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang berserah diri.

4. Bertakwa
Jelas sekali. Modal ini tak boleh dilupakan oleh para da’i. Bertakwa di sini sangatlah komplek. Takwa dalam ucapan, perbuatan, dan hati. Takwa yang tumbuh hanya karena ilmu yang dimiliki bukan karena sanjungan dan pujian. Takwa yang melahirkan rasa takut kepada Allah dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya hanya berdasar cahaya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Takwa pula yang menjadi benteng ketika menghadapi ujian dalam berdakwah. Karena dakwah tak bakal sepi dari gangguan dan aral, ketika dalam kondisi ini takwa sangat dihajatkan seorang da’i.

5. Bersikukuh dengan Al Quran dan Sunnah
Tak bisa dipungkiri,bahwasanya sumber ilmu yang hakiki ada pada keduanya. Karenanya dakwah ini juga tak bisa mengabaikan bahkan meninggalkan segenap kandungannya.
Seorang penyeru di jalan Allah subhanahu wa ta’ala mestinya mempelajari Al Quran dan As Sunnah untuk mengetahui segala hal yang diperintahkan Allah dan hal-hal yang menjadi larangan-Nya. Dengan Keduanya pula para da’i mampu mengetahui metode mengingkari kemungkaran dalam berdakwah.

6. Lemah Lembut
Termasuk sifat yang menjadi bekal seorang da’i adalah sikap lemah lembut dalam dakwahnya. Sebagaimana yang telah dipraktikkan manusia-manusia terbaik, yakni para nabi dan rasul. Lemah lembut merupakan hal yang sangat dituntut dalam berdakwah, seperti yang dilansir dalam sebuah ayat,

Dan dengan rahmat dari Allah hendaklah kamu berlemah lembut kepada mereka. (Ali Imran: 159)

Karenanya, menjadi kemestian dalam berdakwah adalah dengan lemah lembut. Rasulullah juga menyatakan,

Sesungguhnya kelembutan tidak ada pada sesuatu pun melainkan akan menghiasinya, dan tidak dicabut dari sesuatu melainkan akan membuatnya buruk. (Riwayat Musim)

7. Mengikuti Kebenaran/Al haq
Tentunya, ini adalah kemestian. Karena orang yang berdakwah tak lain adalah menyampaikan kebenaran itu sendiri. Bagaimana ia akan menyampaikan kebenaran kalau ia sendiri tidak mengikuti kebenaran itu sendiri?
Namun, patokan kebenaran di sini adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Meski kebenaran ini bersebrangan dengan pendapat orang yang ‘dikatakan’ ahli ilmu tetap harus diikuti kalau memang telah jelas penjelasannya.

8. Mulai dari yang Terpenting
Dakwah ada skala prioritasnya. Dan mula pertama yang mesti disampaikan adalah masalah tauhid bukan lainnya. Bukannya masalah lain dikesampingkan, namun yang menjadi prioritas utama tetaplah tauhid. Bagaimana seorang hamba bisa beribadah yang benar kepada Allah subhanahu wa ta’ala, apa saja yang mesti dihindari dalam beribadah kepada-Nya, apa saja yang menyebabkan seorang keluar dari Islam dan lain sebagainya. Setelahnya bisa mulai didakwahkan permasalah lain yang berkaitan dengan agama ini.

9. Bersabar
Adalah hal yang mesti terpatri dalam diri da’i, memiliki kesabaran dalam dakwah. Karena dakwah tak semulus perkiraan. Ada ujian, rintangan, dan hambatan yang mesti dilalui. Karenanya Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan,

Maka bersabarlah sebagaimana ulul azmi dari para rasul dan janganlah tergesa-gesa. (Al Ahqaf: 35)

Demikian, yang seharusnya ada pada diri seorang da’i. Siapa pun boleh berdakwah asalkan memiliki minimal bekal-bekal tersebut. Sudahkah ada pada diri kita? Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: