At-Tashfiyah wat Tarbiyah

 

 

 

 

Cuman buat refreshing aja, ngomong-ngomong ada yang tau enggak rata-rata tinggi badan wong indonesia? mungkin rata-rata tinggi badan orang indonesia lebih tinggi dari orang Meksiko, deh!

Silakan Klik untuk Download

jurang jurang terjal

satu pemahaman umat

mata rantai dakwah tauhid di tanah air

Imam Syafi’i Menggugat Syirik

Penggugur Dosa

Agama Adalah Nasihat

Bantahan JIL

masjiddMasjidil HaramMasjid

Ditanyakan kepada Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali –hafizhahullah:
Bagaimana sikap kita dalam menghadapi syubhat yang dilontarkan kepada as-Salafiyyun, bahwa as-Salafiyun tidak peduli dengan masalah Iqamatud-Daulah atau al Khilafah al Islamiyah (mendirikan atau membangun Negara dan Kekuasaan Islam)?

Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali -hafizhahullah- menjawab:

Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ash habihi wa man walah,
Sebagaimana yang tadi telah disebutkan oleh Syaikh Ali -hafizhahullah- bahwa syubhat-syubhat itu sangat banyak.1 Sehingga menjawabnya pun membutuhkan waktu yang panjang. Oleh karena itu beliau meringkasnya. Dan apa yang telah beliau sampaikan sebenarnya sudah cukup.
Namun, tatkala permasalahan yang ditanyakan berkaitan dengan masalah kenegaraan dan pemerintahan, maka permasalahan ini merupakan permasalahan paling besar, dan merupakan sebab terbesar yang telah membangkitkan dan mengobarkan para pemuda untuk sangat mudah melakukan takfir (pengkafiran) dan pemberontakan atau demo-demo, dan bahkan terorisme berbuat anarkhis. Sebagian permasalahan ini telah dijelaskan oleh Syaikh Ali -hafizhahullah- dan saya akan menjelaskan dari sisi lain, yang kaitannya lebih erat dengan permasalahan politik atau kenegaraan secara ringkas pula, Insya Allah.
Pertama kali yang semestinya kita pahami adalah, bahwa negara yang penduduknya kaum Muslimin, di dalamnya dikumandangkan adzan, ditegakkan shalat, mayoritas keadaan kaum Muslimin berhukum dengan syariat Islam, maka negara ini adalah negara Islam. Karena perbedaan antara negara Islam dengan negara kafir, sebagaimana telah disebutkan oleh al Muzani dalam kitab Ushulus-Sunnah, adalah dikumandangkan adzan dan ditegakkan shalat di dalamnya.
Oleh karena itu, terhadap orang-orang yang mengatakan “kalian tidak peduli dengan iqamatud-Daulatil-Islamiyah (mendirikan negara Islam),” maka kita katakan kepada mereka, sesungguhnya negara-negara Islam sudah ada dan berdiri! Namun yang menjadi permasalahan, mayoritas hukum-hukum yang kini diterapkan di sebagian negara-negara Islam, baik dalam bidang perekonomian, politik, pendidikan, kebudayaan dan lain-lainnya, hampir secara keseluruhan merupakan hukum-hukum buatan manusia, hukum-hukum impor (yang didatangkan dari negara-negara kafir, Red.).
Para ulama telah menjelaskan secara terperinci tentang permasalahan ini.2 Yakni, tentang berhukum dengan hukum-hukum atau undang-undang buatan manusia. Para ulama menerangkan, bahwa seseorang yang berhukum dengan hukum selain hukum Allah, berarti ia telah melakukan sebuah kekafiran yang kecil, yang tidak mengeluarkannya dari agama Islam. Akan tetapi, mungkin saja kekafiran yang kecil ini mengeluarkannya kepada kekafiran yang besar -seperti yang telah saya terangkan secara terperinci di Masjid al Istiqlal kemarin.3 Yaitu, apabila ia menganggap dan berkeyakinan halal atau bolehnya berhukum dengan selain hukum Allah; atau ia berkata, saya tidak merasa wajib atau harus berhukum dengan hukum Allah; atau berkata, berhukum dengan selain hukum Allah lebih baik daripada berhukum dengan hukum Allah; atau berkata, hukum-hukum dan undang-undang lainnya sama saja dengan hukum Allah; atau berkata, saya bebas (terserah saya mau berhukum dengan hukum Allah atau selainnya, sama saja); dan perkataan lainnya yang senada dengannya. Maka, berarti ia -dengan kesepakatan para ulama Ahlus-Sunnah- telah melakukan kekafiran yang besar (keluar dari Islam, Red.), wal ‘iyadzu billahi tabaraka wa ta’ala.
Berarti, selama negara-negara Islam kini sudah ada dan tegak, yang dituntut untuk kita lakukan adalah memperbaiki keadaan negara-negara Islam ini, dengan metode yang telah diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ; baik dalam cara berdakwah, pembinaan umat berdasarkan metode at-tashfiyah wat- tarbiyah (memurnikan umat dari kesyirikan, bid’ah dan maksiat, kemudian membina membimbing mereka memahami Islam dengan baik dan benar), bukan dengan cara-cara yang saat ini gencar dilakukan oleh sebagian golongan-golongan atau partai-partai. Seperti melakukan kudeta-kudeta militer, pemberontakan-pemberontakan, aksi-aksi mogok, atau bahkan -lebih ironi lagi- mengadakan aliansi dengan negara-negara kafir, demi menggulingkan pemerintah negara Islam, atau usaha-usaha lainnya.
Ketahuilah! Justru semua ini semakin menambah perpecahan dan kelemahan kaum Muslimin di banyak negara-negara Islam!
Jadi, yang kita lakukan ialah mengadakan perbaikan-perbaikan pada pemerintah negara-negara Islam saat ini. Kita pun berusaha menyatukan seluruh negara-negara Islam, agar mereka saling bekerjasama, bersatu, menolong antara yang satu dengan yang lainnya; dan akhirnya mereka seperti firman Allah berikut:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ …

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain…. (QS at Taubah/9:71).
Hendaknya kita selalu ingat dan tidak lupa bahwa orang-orang kafir, walaupun kekafiran mereka berbeda-beda, negara mereka pun berbeda-beda, namun -hendaknya kita tetap waspada dan siaga- bahwasanya mereka senantiasa melakukan penyatuan-penyatuan yang terorganisir sesama mereka, baik dalam masalah politik, perekonomian, ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Karena (mereka pun tahu) bahwa bersatu merupakan kekuatan.
Oleh karena itu, di antara tujuan kita (dalam mengadakan perbaikan-perbaikan di segala bidang kehidupan) adalah yang seperti Syaikh kami (al Albani rahimahullah ) selalu menuliskan di dalam buku-buku beliau, berupaya menuju kehidupan yang Islami.
Tentu saja, beliau tidak bermaksud bahwa kehidupan Islami saat ini tidak ada sama sekali! Akan tetapi yang beliau maksud, bahwa kehidupan Islami yang ada saat ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari agama Allah. Maka dari itu, kita harus berdakwah kepada manusia dan kaum Muslimin seluruhnya, menuju penegakkan syari’at Allah dalam seluruh bidang kehidupan mereka; baik dalam bidang politik, perekonomian, atau pun ilmu pengetahuan. Demikian pula dalam hubungan nasional maupun internasional, baik bersama kawan atau pun lawan.
Inilah sekilas dan pandangan kita (tentang bernegara) secara umum dan singkat. Metode kita ialah melakukan perbaikan-perbaikan dengan cara berdakwah mengajak manusia kepada Allah, memurnikan mereka dari polusi kesyirikan, bid’ah, dan maksiat, lalu membimbing dan membina mereka kepada pemahaman dan praktek Islam yang baik dan benar. Seperti firman Allah:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١٢٥)

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…. (QS an Nahl/16:125).

Kita juga jangan sampai melupakan, wahai Saudara-saudaraku, bahwa tegaknya Daulah Islamiyah merupakan pemberian dan karunia Allah semata bagi hamba-hamba-Nya yang shalih dan bertakwa. Jika kita beramal, juga orang-orang shalih beramal, maka sesungguhnya kekuatan, kekuasaan dan kejayaan Islam merupakan janji Allah.
Allah berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka tetap menyembahk-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku…. (QS anNur/24:55).

Dan kami berikan kabar gembira kepada Anda semua, bahwa masa depan adalah milik Islam yang benar dan lurus, yang berada di atas manhaj as-Salafush-Shalih. Manhaj yang diberkahi Allah, yang mengikat manusia agar senantiasa berhubungan dengan Allah dan melaksanakan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang akan membawa mereka semua kepada keimanan, keamanan, dan kedamaian.
Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufiq-Nya selalu kepada setiap Muslim. (AB)

(Ceramah Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali –hafizhahullah-
di Jakarta Islamic Center (JIC), Ahad, 23 Muharram 1428H/11 Februari 2007M)
1 Lihat Majalah As-Sunnah, Liputan Edisi 01/XI/1428H/2007M, Rubrik Manhaj, Salafiyyun Menepis Tuduhan Dusta, ceramah Fadhilatusy-Syaikh Ali bin Hasan al Halabi al Atsari –hafizhahumallahu, di Masjid Islamic Center Jakarta, hari Ahad, 23 Muharram 1428H / 11 Februari 2007M.

2 Lihat risalah ilmiah Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali yang menjelaskan masalah ini secara gamblang dan terperinci, Qurratu ‘Uyun fi Tash-hihi Tafsiri ‘Abdillah Ibni ‘Abbas li Qaulihi Ta’ala: Wa Man lam Yahkum bi Ma Anzalallahu fa Ula-ika Humul Kafirun.

3 Ceramah di Masjid al Istiqlal Jakarta, hari Sabtu, 22 Muharram 1428H / 10 Februari 2007. Pembahasan yang dimaksud kami angkat pada edisi ini dalam satu rangkaian Rubrik Manhaj. Lihat jawaban Fadhilatusy-Syaikh Salim bin ‘Id al Hilali –hafizhahullah- tentang Kufrun Duna Kufrin.

9 Tanggapan to “At-Tashfiyah wat Tarbiyah”

  1. salafymuda Says:

    Assalamualaikum, moga bermanfaat ya… teruslah berdakwah dengan cara yang telah Nabi Muhammad contohkan kepada ummatnya, yakni menegakkan tauhid menumbangkan syirik dan menyempurnakan akhlak, semuanya sudah diajarkan oleh beliau, tinggal kita yg menjalankan dg baik, dengan tidak nambah-nambahi (Bid’ah)!

  2. Maula Says:

    menanggapi komentar dari mbak rara dari kota X, ada sedikit penjelasan yg moga dapt diterima,

    islam mengusik kristen? mengusik bagaimana? islam justru memberikan arahan kpd ilmu yg shahih, itu dakwah namanya. islam menyeru kpd hal2 yg benar sekalipun org2 membenci, islam membahas keyakinan yg mana keyakinan tsb berseberangan dg keyakinan lain dan bukan cuma kristen saja, tapi islam membantah keyakinan lain; budha, hindu dll yg jelas2 bertentangan dg islam, karena demikianlha islam, menyeru kpd kebenaran dg cara baik2. syukur diterima klo tdk maka kita (umat islam) telah melaksanakan kewajiban kok..

    agama lain tidak punya jalan berdakwah seperti dalam islam, karena islam jauh berbeda dg semua agama yg ada baik samawi atau bumi. islam adalah agama yg dibawa semua nabi dan rasul sejak adam sampai muhammad. mereka satu ajaran, hanya berbeda syariat yg Allah bebankan kpd tiap2 umat. tapi mereka sama2 diperintah tuk menyembah Allah dn menjauhi syirik! islam menurut bahasa artinya tunduk dan pasrah menyerahkan diri kpd Allah. sehingga semua orang tanpa terkecuali mereka telah ber’islam’, tentunya dalam konteks ‘islam’ yg semua org telah menganutnya, karena memang semua makhluk menyerahkan dirinya kpd Allah, adakah org yg mampu keluar dari kebutuhnnya kpd Allah, adakah orang yg bisa tidak bergantung kpd Allah?? jawabnya no!

    lantas apakah islam dalam konteks di atas menjadikan orang bisa selamat dari neraka masuk surga? belum!!!!!
    islam yg dimaksud ialah islam yg KHUSUS! islam terbagi lagi jadi dua: islam umum, islam khusus.

    Islam umum adalah islam yg dibawa semua nabi dan rasul sebelum diutusnya rasulullah muhammad, sdgkan islam khusus adalah islam yg dibawa oleh muhammad.. adapun kini, adapun kini, sekali lagi adapun kini, maka org yang tidak ber’islam’ dg islam yg dibawa rasulullah muhammad maka ia kafir! bukan muslim walau ia mengaku, “saya kan pengikutnya nabi isa!” tidak begitu..
    bahkan nabi isa ‘alaihis salaam pun demikian telah memerintahkan pengikutnya untuk mengikuti nabi yg dikabarkan akan datang setelah nabi isa, Ahmad / Muhammad namanya.. kalo sudah begene, dapatkah kita katakan org yg mengaku pengikut ‘setia’ nabi isa dikatakan sbg orang muslim atau bahkan pengikut setianya??? orang ajaran nabi isa juga telah diselewengkan kok ya?? bagaimana bisa?? injil diubah2, boleh begini, boleh begitu,, seharusnya kalian masuk islam wahai orang2 nasrani-semoga Allah memberi hidayah kpd kalian lewat tulisan saya ini-amin…

    salaamun ‘alaa manit taba’al hudaa

  3. kangmasee Says:

    Sebagian besar kaum muslimin di Indonisia begitu kental dengan adat-istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang mereka, dan begitu tingginya adab mereka di dalam menjujung warisan leluhur tersebut. Sehingga tatkala datang islam yang membawa petunjuk yang paling benar –dan tidak diragukan lagi- mereka tidak begitu saja untuk menerima ajaran yang benar tersebut. Tetapi justru warisan leluhur merekalah yang dijadikan sebagai barometer, apa saja yang sesuai dan yang dianggap baik serta melengkapi warisan mereka maka diterima dan diamalkan. Sedangkan apa saja yang bertolak belakang dengan hawa nafsu mereka, bahkan dianggap mengubah atau menghilangkan warisan tersebut mereka buang dan tentang, padahal itu merupakan kebenaran yang hakiki.
    Inilah kenyataan yang ada, yaitu berpijak pada landasan yang keliru, sehingga wajar kita dapati di mana-mana keadaan kaum muslimin jauh dari petunjuk bahkan seakan-akan mereka bukan kaum muslimin. Kenyataan seperti ini dapat kita saksikan dimasyarakat islam, khususnya pada tanggal 10 Muharram atau hari Asyura. Mereka mengagungkan dengan tradisi warisan, yang berupa keyakinan dan amal-amal yang jauh dari petunjuk agama yang benar, tetapi mereka menyangka ajaran ini adalah ajaran yang benar. Sehingga mereka terjatuh kedalam perbutan-perbuatn yang dapat menghancurkan seluruh amalan mereka, sedangkan mereka menyangka telah bebuat baik, sebagaimana Allah firmankan:

    قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِاْلأَخْسَرِيْنَ أَعْمَالاً. الَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِيْ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَ هُمْ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا
    Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? (Yaitu) orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. 18:103-104)
    Jika demikian kenyataan, maka apa yang harus kita lakukan? Tidak lain adalah kita mengilmui segala sesuatu yang berkaitan dengan syari’at, lebih khususnya dengan hal yang berkenaan hari Asyura.Sebagaimana perintah Allah supaya berilmu sebelum beramal:

    فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

    Maka ketauhilah, bahwa tidak ada Ilah (yang haq untuk disembah) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu. (Muhammad :19)

    HARI ASYURA DIDALAM SEJARAH

    عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رﺿﻴﺎﷲﻋﻨﻪ قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ ﺻﻼﷲﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻼﻡ الْمَدِيْنَةَ فَرَأَى الْيَهُوْدَ تَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللهُ بَنِي إِسْرَائِيْلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوْسَى قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأََمَرَ بِصِيَامِهِ

    Dari Ibnu Abbas berkata:”Ketika Nabi J datang ke kota Madinah, beliau J melihat orang-orang Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyura, kemudian Beliau bertanya: “Hari apa ini?” mereka menjawab: “Ini adalah hari yang baik, pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka berpuasalah Musa ‘Alaihi Salam.” Beliau J bersabda: “Aku lebih berhak terhadap Musa dari pada kalian, kemudian Beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan -para sahabat- agar berpuasa pada hari itu.” [HR. Bukhari no. 1865]

    Di Antara Hukum-Hukum Seputar Bulan Muharram :
    1. Dilarang berbuat dhalim di bulan itu. Allah ta’ala berfirman :

    إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

    Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu. (At-Taubah: 36).
    Adapun tentang larangan berbuat dhalim pada ayat diatas, ada beberapa pendapat ulama salaf. Sebagian mereka ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud kedhaliman adalah peperangan secara mutlak. Sebagian mereka berkata –dan ini yang lebih rajah (benar)- bahwa maksud dari kedhaliman dalam ayat ialah dilarang memulai peperangan. Ada juga yang berpendapat ialah berbuat dosa dan kemaksiatan.
    Maka wahai saudara-saudaraku seagama Islam, hendaklah kita berhati-hati dari kedhaliman, baik medhalimi diri kita sendiri maupun orang lain. Hendaklah kita mengingat wasiat kekal Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya :

    اتَّقُوا الظُّلَْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
    Takutlah kalian dengan kedhaliman, karena sesungguhnya kedhaliman itu merupakan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.(HR. Muslim dan lainnya. Shahih al-Jami’ no: 102).
    2. Disunahkan puasa secara mutlak. Yaitu pada tanggal dan hari apa saja pada bulan tersebut akan tetapi lebih ditekankan pada tanggal 9 dan 10. Rosulullah bersabda :

    أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللهِ الْمُحَرَّمِ
    Puasa yang paling utama setelah puasa ramadhan adalah puasa pada bulan muharram. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

    Keutamaan Puasa Di Hari Asyura
    Imam Nawawi berkata di dalam Al-Majmu’ syarh Al-Muhadzab juz enam: “Puasa hari asyura dapat menghapus seluruh dosa-dosa kecil, perkiraannya dapat menghapus seluruh dosa-dosanya kecuali dosa-dosa besar,” kemudian beliau berkata: “Puasa pada hari Arafah (9 dzulhijjah) sebagai kafarah (penghapus) dosa dua tahun, dan apabila bertepatan dengan do’a para malaikat maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Dihapusnya dosa-dosa dengan bersuci, shalat, puasa Ramadhan, puasa hari arafah, dan puasa Asyura, semuanya untuk dosa-dosa kecil.” (Lihat al-Fatawa Al-Kubra juz 5).
    Ibn abbas berkata: “Tidak pernah aku melihat Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam begitu bersemangat berpuasa di hari yang beliau utamakan dibandingkan hari lain kecuali hari ini, yakni Asyura, dan bulan ini, yakni bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 1867)

    Apa Yang Harus Dilakukan Apabila Awal Bulan Tidak Jelas?
    Ibnu Qudamah menukil ucapan Imam Ahmad: “Apabila terjadi ketidak jelasan awal bulan, maka hendaklah berpuasa tiga hari, hal ini dilakukan hanya untuk memastikan puasa pada hari kesembilan dan kesepuluh. (Lihat Al-Mughni Juz 3 –Puasa Asyura).

    Bid’ah-Bid’ah Di Hari Asyura

    1. Shalat dan dzikir-dzikir khusus, shalat ini disebut dengan asyura.
    2. Mandi, bercelak, memakai minyak rambut dan mewarnai kuku (menyemir rambut ).
    3. Membuat makanan khusus atau istimewa, yang tidak seperti biasanya (seperti membuat bubur syura yang terdapat di daerah Sumatra barat).
    4. Membakar kemenyan.
    5. Bersusah-susah dalam kehausan dan menampakkan kesusahan.
    6. Menentukan berinfaq dan memberi makan orang-orang miskin (yakni jika menyakini adanya keutamaan atau keistimewaan dilakukan pada hari asyura).
    7. Membaca do’a awal dan akhir tahun pada bulan ini.
    8. Mengkhususkan diri untuk berziarah ke kuburan orang-orang shalih dan para wali.
    9. Mengusap kepala anak yatim, dan lainnya.
    10. Menyakini musibah akan terjadi apabila ada orang yang melakukan pernikahan dibulan ini.

    Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang melakukan puasa asyura. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang terdepan dalam kebaikan, jauh dari kebid’ahan. Ya Allah, jagalah kami dari fitnah-fitnah yang menyesatkan, serta jauhkanlah dari segala kebid’ahan bulan Asyura. Amiin

  4. salafymuda Says:

    kayaknya orang indonesia rata2 tinggi badannya adalah 170 cm buat yang pria, klo wanita kurang lebih 155cm.

  5. salafymuda Says:

    yang jelas pria lebih dhuwur daripada wanita…….

  6. umm fawzhan Says:

    assalamu’alaikum

  7. salafymuda Says:

    wa’alaikumus salaam ya umma fawzan aynama kunti.

  8. al faiz Says:

    Assalamu’alaikum ya Akhi!

  9. salafymuda Says:

    wa’alaikumus salaam
    ada apa?????????????????????????????????????????????????????????????? afwan ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s